Resign. Sebuah pilihan. Untuk kemajuan.

Resign.
Sebuah kata yang memiliki nilai keberanian. Setidaknya itu yang saya mengerti dari beberapa tahun menjadi karyawan.

Resign

Resignation - http://superpikar.wordpress.com

Saya sendiri beberapa kali memilih resign dari beberapa tempat kerja. Sebab dan alasan resign sendiri sangat banyak. Dan saya selalu membenarkan diri apa sebab dan alasan saya memilih resign dari pekerjaan.

Kalo tidak salah, beberapa resign yang saya putuskan :

1. Tahun 2007. Setelah lulus dari sekolah, saya memutuskan untuk bekerja di sebuah tempat rental dan service komputer. Majikan saya adalah kakak kelas jauh. Mungkin satu angkatan dengan kakak perempuan saya. Saya memutuskan resign saat pamitan dalam rangka libur lebaran. Saya pamitan secara kodeis, saya mengatakan beberapa kalimat pamit secara permanen. Alasan dan sebab saya resign lebih karena keluarga, terutasa Bapak yang ingin anak laki-lakinya merantau di luar kota.

2. Tahun 2008. Tak lama setelah saya resign di tahun 2007, saya beralih profesi sebagai seoran ME, Marketing Eksekutif. Memasarkan salah satu produk TV berbayar. Di sebuah akhir kontrak, yang telah saya tahu secara diam-diam kalau kontrak tidak diperpanjang, saya resign. Saya memilih keluar dari perusahaan dengan cara resign, dari pada dikeluarkan secara halus menggunakan kontrak yang tidak diperpanjang.

3. Tahun 2011. Memiliki sebuah pekerjaan yang cocok dengan dunia saya. Komputer dan internet. Saya memiliki masa kerja dua tahun lebih di sebuah perusahaan yang beroperasional di bidang komputer. Alasan saya resign bukanlah karena kontrak, atau karena kasus. Alasan dan sebab saya resign karena perlakuan tidak adil atas setiap karyawan. Saya membaca sebuah penyelewengan atas Standard Operational Procedure.

4. Tahun 2011. Tak lama menjadi pengangguran, saya langsung beralih profesi menjadi seorang Graphic Designer di sebuah perusahaan skala nasional. Tidak sampai setengah tahun, saya putuskan resign. Alasan ini adalah alasan terekstrem yang saya dapatkan. Gaji karyawan yang sangat tidak wajar. Nilai ilmu desain sama sekali tidak dihargai.

Wah, kok malah jadi curhat? :D Artikel ini saya kirim untuk para karyawan yang sudah memiliki niat bulat untuk resign. Bahwa dunia selalu memiliki arah yang baik untuk kita. :D

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s